Thursday, Oct. 2, 2014

Perbedaan karakter otak wirausahawan dan karyawan

Written By:

|

February 7, 2013

|

Posted In:

Perbedaan karakter otak wirausahawan dan karyawan

Perbedaan karakter otak wirausahawan dan karyawan.

Mungkin di antara kita sudah sering membaca tentang konsep otak kiri dan otak kanan pada manusia. Otak kiri direpresentasikan sebagai logis dan terkait perhitungan.  Sementara otak kanan direpresentasikan sebagai kreatifitas dan spontanitas.

Beberapa orang bahkan sampai sedikit lebay dengan mengatakan otak kanan lebih baik ketimbang otak kiri. Termasuk motivator-Motivator yang mengidentikkan dirinya sebagai pihak “kanan”.

 

Baiklah kita tidak perlu terjebak dalam dikotomi itu. Yang jelas seorang Einstein menurut penelitian dianggap sebagai sosok jenius yang mampu mengoptimalkan kemampuan otaknya.

Hingga kemudian, sebuah studi yang dilakukan di MIT oleh prof Maurizio Zollo baru baru ini menyimpulkan adanya perbedaan penggunaan otak antara mereka yang berprofesi sebagai karyawan/manager dan mereka yang merupakan entrepreneur atau wirausahawan. Prof Zollo melakukan scan untuk mendeteksi aktifitas otak dari masing-masing relawan yang diteliti. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Dalam blognya, prof Zollo menulis:

We found that when entrepreneurs performed explorative tasks, they used both the left and right sides of the frontal parts of their brains, the entire so-called pre-frontal cortex. In comparison, managers tended to use primarily the left sides of the frontal part of their brains. This is an important difference, as the right side of the pre-frontal cortex is associated with creative functions involving high-level thinking (like poetry, arts, etc.), whereas the left side is associated with rational decision-making and logical thinking. So, in a way, we found that entrepreneurs seem to be capable of using the entirety of their high-level thinking capacities (“executive functions”), while managers were more narrowly focused on rational and logical reasoning.

Ini bukan berarti para Entrepreneur lebih cerdas, namun mereka menggunakan kemampuan otaknya secara lebih komplit, karena mengambil keputusan dengan perhitungan maupun business sense dan kreatifitas.

Menurut Zollo, entrepreneur “dipaksa” mengambil risiko dalam menentukan arah bisnisnya. sementara para manager lebih “risk averse” atau cenderung lebh memilih pilihan aman, karena dibatasi oleh kebijakan perusahaan tempatnya bekerja.

 

 

Menarik bukan? ada tanggapan?

Share This Article

Related News

30 Hari Belajar Ekonomi Islam di Bulan Ramadhan
Kajian dan Ceramah Ramadhan 2014 Tentang Ekonomi Islam
Pelatihan Business Model Canvas di Universitas Negeri Jakarta

About Author

admin