Tuesday, Sep. 2, 2014

Prinsip Dasar Investasi Islam

Written By:

|

February 2, 2012

|

Posted In:

Oleh Wiku Suryomurti St. MSi

Investasi pada dasarnya adalah menggunakan sumberdaya (uang atau barang) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ataupun tambahan manfaat. Investasi berarti penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi di masa yang akan datang. Dengan pengertian bahwa investasi adalah menempatkan modal atau dana pada suatu asset yang diharapkan akan memberikan hasil atau akan meningkatkan nilainya di masa yang akan datang. Dari sini, investasi berarti diawali dengan mengorbankan potensi konsumsi saat ini untuk mendapatkan peluang yang lebih baik atau besar di masa yang akan datang.

Pada umumnya investasi dibedakan menjadi dua yaitu investasi pada aset keuangan dan aset riil. Aset keuangan diperoleh pada lembaga keuangan yaitu perbankan misalnya deposito. Juga pada pasar modal misalnya instrumen saham dan sukuk. Sementara aset riil adalah pada tanah, properti, logam mulia, pembukaan pabrik atau usaha dan sebagainya.

Prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang harus diperhatikan oleh pelaku investasi syariah adalah:

  1. Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya, serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram.
  2. Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.
  3. Keadilan pendistribusian kemakmuran.
  4. Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha.
  5. Tidak ada unsur riba, maysir (perjudian/spekulasi), dan gharar (ketidakjelasan/samar-samar).

Dengan adanya panduan berinvestasi yang sesuai syariah, umat islam tidak perlu ragu berinvestasi untuk meningkatkan nilai asetnya demi kemaslahatan dan kemajuan bersama di masa yang akan datang.

Share This Article

Related News

Teori Insentif dan Money Game
Mewaspadai Tawaran Boss Venture
Jika emas menjadi standar mata uang dunia

About Author

admin