Islamic Wealth Management; Merencanakan dan Mengelola Harta Sesuai Syariah

Oleh: Wiku Suryomurti

 

Islam sebagai agama yang paripurna menggariskan tuntunan dalam setiap sendi kehidupan manusia. Telah jelas dalam Hadits bahwa mendapatkan harta serta membelanjakannya di jalan Allah adalah hal yang mutlak karena hal tersebut akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di hari akhir. “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara yaitu (1) tentang umurnya untuk apa ia hsbiskan, (2) tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, (3) tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan/habiskan, dan (4) tentang badannya untuk apa ia gunakan” (HR at-Tirmidzi)

Salah satu konteksnya adalah dalam kehidupan berkeluarga di mana setiap kepala keluarga akan bekerja untuk mencari nafkah. Sementara istri atau sebagai pengelola keuangan rumah tangga akan berusaha mengoptimalkan nafkah dari sang suami untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan prinsip kehati-hatian maka bagaimana memperoleh dan bagaimana membelanjakan harta secara Islami patut menjadi perhatian bagi semua kaum muslimin baik suami maupun istri.

Lingkup dalam metode pengelolaan harta secara komprehensif dituangkan dalam beberapa tahap di mana setiap tahap mempunyai proses yang khas yang terkait satu sama lain. Metode pengelolaan harta tersebut dalam Islam dikenal dengan sebutan Islamic wealth management, yaitu pengelolaan keuangan dan harta secara Islami yang meliputi:

 

  1. Wealth creation
  2. Wealth accumulation
  3. Wealth protection
  4. Wealth purification
  5. Wealth distribution.

 

  1. Wealth creation

Adalah proses bagaimana seorang muslim atau kepala keluarga mencari nafkah, mendapatkan penghasilan atau menjemput rezeki. Panduan syariah adalah nafkah yang didapatkan harus melalui cara yang halal, karena harta dan rezeki yg halal akan membawa keberkahan bagi keluarganya.

  1. Wealth accumulation

Adalah proses di mana sebuah keluarga mengoptimalkan harta yang didapatkan untuk diakumulasikan untuk kebutuhan jangka panjang. Hal yang biasanya dilakukan adalah dengan memutar atau menginvestasikan bagian dari penghasilannya pada produk investasi tertentu. Tentunya produk invetasi yang sesuai dengan syariah yang sudah banyak ada. Di sektor keuangan misalnya pada sukuk atau reksadana syariah. Sementara di sektor riil bisa diinvestasikan pada properti dengan menyewakan rumah kontrakan, atau kamar kos.

  1. Wealth protection

Adalah proses bagaimana melindungi harta keluarga dengan mekanisme tertentu. Konsep ini sejalan dengan tujuan/maqashid syariah yaitu perlindungan terhadap maal/harta. Selain itu juga sebagai bagian agar perlindungan terhadap masa depan anak dgn menyediakan harta yg cukup jika sang ayah meninggal dunia sementara anak-anak mereka belum baligh atau dapat mencari nafkah sendiri. Mekanisme proteksi yg dapat digunakan antara dengan mempersiapkan sejumlah aset yg menghasilkan aliran arus kas atau aset yang dapat dicairkan saat dibutuhkan. Selain itu juga dapat menggunakan konsep takaful atau asuransi syariah.

  1. Wealth purification

Adalah proses memurnikan atau membersihkan harta. Konsep ini menjadi kelebihan dan pembeda dlm sistem wealth management Islam. Karena konsep purification tidak ada dlm konsep wealth management konvensional. Wealth purification adalah menyisihkan sebagian harta untuk disalurkan kepada yg berhak. Mekanisme yg digunakan dpt melalui zakat, infaq dan sedekah.

  1. Wealth Distribution

Adalah proses penyaluran atau pembagian harta. Dalam konsep ini Islam telah mengatur pembagian harta melalui mekanisme Hibah, Wakaf dan Waris. Ketiga mekanisme tersebut diatur secara rinci dan besarnya pembagian plus siapa yang berhak telah termaktub dalam quran dan hadits.

 

Dengan demikian Islam telah memberikan panduan terkait pengelolaan harta secara islami yang sesuai dengan syariat yang akan menyelamatkan seorang muslim dan keluarganya dari perolehan harta yang tidak halal yang akan mempengaruhi keberkahan dalam hidupnya. Selain itu, membelanjakan harta di jalan Allah menjadi begitu penting karena harta sejatinya dalah amanah atau titipan dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena dalam harta kita terkandung hak-hak yang harus ditunaikan kepada orang lain.

Wallahualam

 

Dosen STEI Tazkia

Pengajar Matakuliah Islamic Wealth Management

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *