Konsep Hotel Syariah

oleh Wiku Suryomurti, MSi

Di beberapa negara termasuk Indonesia, konsep hotel syariah sudah mulai memasuki fase standarisasi. Hal ini tentu akan mendorong peningkatan berdirinya hotel syariah di mana-mana.

Lalu apa dan bagaimana sebenarnya konsep Hotel Syariah tersebut?

Hotel Syariah dapat didefinisikan sebagai Hotel dengan konsep syariah Islam, yaitu hotel yang menerapkan nilai-nilai syariah Islam ke dalam praktik dan operasional Hotel. Permasalahan dalam hotel syariah bukan hanya sekedar klaim dan label saja, namun juga harus jelas spesifikasi dan kriterianya agar tidak rancu dan hanya menjadi komoditas bisnis semata.

Dalam praktik umum saat ini, standar hotel syariah di Indonesia secara baku sudah ditetapkan oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2013. Oleh sebab itu tidak menjadi suatu yang sangat sulit pula untuk membangun bisnis hotel yang sesuai dengan syariah. Karena bisnis hotel adalah satu dari sekian model bisnis yang bisa disyariahkan. Dan usaha atau kegiatan bisnis yang Islami atau sesuai syariah dibolehkan selama tidak ada dalil (nash) yang melarangnya.

Secara umum hal yang dilarang (diharamkan) dalam usaha atau bisnis adalah usaha/bisnis yang akan menghasilkan, memproduksi, memperdagangkan, menyewakan sesuatu yang haram atau minimal syubhat. Selain itu, ditambah juga bisnis syariah diharapkan selalu berkomitmen dengan setiap aqad atau kontrak kerjasama yang dilakukan.

Banyak prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah syariah yang dapat dijadikan pedoman dalam mengelola hotel sehingga terwujud nuansa dan suasana yang didambakan, di antaranya adalah:

  • Mengutamakan Tamu (fal yukrim dhoifahu)
  • Tentram, Damai dan Selamat (Salam)
  • Terbuka untuk semua kalangan artinya universal (kaffatanlin-nas)
  • Rahmat bagi semua kalangan dan lingkungan (rahmatanlil ‘alamin)
  • Penuh Kasih Sayang (marhamah)
  • Jujur (Shiddiq)
  • Dipercaya (Amanah)
  • Konsisten (Istiqamah)

Walaupun menerapkan konsep syariah Islam, namun Hotel Syariah terbuka kepada semua konsumen tanpa membedakan latar belakang agama, suku, kebangsaan dan sebagainya. Akan tetapi, penerapan tersebut tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku, yang jelas berbeda dengan aturan di hotel konvensional pada umumnya. Sehingga, karena sifatnya yang universal, hotel syariah seharusnya dapat diterima oleh semua kalangan.

Pada awalnya, operasional dan pembangunan Hotel Syariah tidak berbeda dengan operasional dan pembangunan hotel konvensional. Namun demikian, kemudian ada hal-hal yang harus diselaraskan dengan nilai Islam ketika sebuah hotel ingin beroperasi dengan konsep syariah.

Konsep dan prinsip dasar Hotel Syariah tersebut adalah mencakup:

  1. Tidak menyediakan minuman beralkohol (khamr)
  2. Hanya menyediakan makanan halal
  3. Karyawan/staf menjalankan kewajibannya sebagai muslim dengan baik
  4. Pemisahan antara tamu menginap yang bukan pasangan suami istri atau mahram.
  5. Pilihan channeltelevisi yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
  6. Tersedianya Al Quran dan sajadah di setiap kamar.

Kemudian berkembang konsep dan panduan lain terkait bisnis hotel sebagai bisnis syariah di mana proses tersebut harus menyeluruh memberikan nilai-nilai Islami dari hulu sampai hilir dalam proses bisnisnya (holistic).

  1. Pemisahan lantai antara tamu khusus wanita dan pria.
  2. Petunjuk arah kiblat di setiap kamar tamu hotel
  3. Tidak ada pertunjukan yang non islami seperti diskotik
  4. Penempatan toilet tidak mengarah ke kota mekah
  5. Interior hotel tidak menggunakan desain atau seni yang bertentangan dengan nilai islam
  6. Pemisahan/separasi di mushola di dalam hotel bagi jamaah wanita dan pria

 

Demikian beberapa konsep dasar dan pengembangan Hotel Syariah. Semoga semakin berkembang di Indonesia.

Wallahualam bissawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *